Angelin Andrea Alviano – SMAN 7 SAMARINDA

Indonesia menetapkan  17 mei sebagai hari buku nasional yang diambil dari tanggal peresmian perpustakaan nasional pada tanggal 17 mei 1980, peringatan ini dimulai sejak 2002 yang digagas oleh menteri pendidikan, Abdul Malik Fadjar. Maksud dan tujuan dari hari buku nasional ialah untuk mengurangi angka buta huruf yang kini masih menjadi problem yang besar di indonesia. Kini tercatat dari 61 negara, indonesia menduduki angka ke 60 terkait minat baca. Rendahnya minat baca di Indonesia membuat prihatin banyak pihak terutama menteri pendidikan  yang selalu terus berusaha membenahi sistem pendidikan di Indonesia sekarang ini. Untuk masalah sistem pendidikan yang selalu menjadi pro dan kontra ini sebenarnya gak akan pernah selesai namun apa salahnya untuk kita selalu mencoba untuk  memperbaikinya.

Andai saya menjadi menteri pendidikan saya tidak akan merombak sistem yang lama dengan sistem yang baru, namun saya akan membenahi sistem yang lama agar bisa terlaksana secara efektif, efisien, sistematis dan terukur.

Pertama saya akan mengurangi waktu belajar peserta didik di sekolah. Kini para  peserta didik harus menjalani aktifitas belajar disekolah selama kurang lebih 8 jam. Beberapa peserta didik beranggapan bahwa untuk belajar di sekolah selama 8 jam melelahkan. Untuk anak yang masih sekolah dasar yang harusnya menikmati masa bermain dan tidur siang kini dipaksa menjalani aktifitas belajar yang cukup panjang. Menurut saya kurang efektif untuk belajar di sekolah selama itu dan belum tentu juga dalam waktu 8 jam itu peserta didik belajar secara efektif. Bahkan banyak guru yang jarang masuk ke kelas untuk mengisi pelajaran. Jadi saya memilih untuk mengurangi waktu belajar peserta didik di sekolah, untuk belajar disekolah saya beri waktu 3- 5 jam perhari selebihnya peserta didik dapat belajar dirumah dengan pantauan orang tua. Bahkan bisa diisi dengan kegiatan yang dapt mengasah skill kita. Menurut saya sistem seperti ini berhasil selain meningkatkan kualitas dari tenaga pengajar kita juga harus bisa membuat peserta didik untuk tidak merasa tertekan dengan waktu belajar yang sangat lama tersebut. Bahkan Finlandia yang awalnya terbelakang soal pendidikan kini naik peringkat karena kebijakan baru tersebut.

Selanjutnya saya melihat bahwa setiap ada calon peserta didik baru yang akan sekolah ke jenjang berikutnya, dimulai dari SMP. Mereka akan melalui masa orientasi peserta didik yang bertujuan  agar peserta didik yang baru masuk sekolah tersebut dapat mengenali peserta didiknya dengan baik. Namun faktanya MOS kini dijadikan untuk ladang pembully an bagi kakak kakak senior diatas mereka. Selain bully dalam pelaksanaan MOS syarat yang harusdiikuti seorang calon peserta didik baru ialah mengenakan atribut aneh, yang membuat para calon peserta didik minder. Saya akan melarang bagi beberapa sekolah yang masih menjadikan masa orientasi peserta didik sebagai tempat pembully an dan melakuka hal hal anhe lainnya, saya menghimbau buat sekolah yang akan menerima calon peserta didik baru untuk melaksanakan MOS dengan kegiatan yang berfaedah, seperti para calon peserta didik baru diberi penyuluhan dengan memberikan beberapa informasi tentang sekolah baru mereka. Di luar negeri kebanyakan mereka membuat suatu sistem untuk pengenlaan peserta didik baru di sekolahnya dengan memberikan seminar, workhshop, pentas seni dan kreasi serta memberikan peserta didiknya kebebasan ketika sedang berdiskusi.

Dan yang terakhir saya akan meminta kepada semua sekolah untuk menghimbau para muridnya dan juga memberikan penyuluhan arti penting tentang pendidikan. Dari semua masalah sistem pendidikan yang selalu pemerintah rombak agar memajukan sistem pendidikan di indonesia tidak ada artinya kalau para peserta didiknya saja tidak paham betul mengenai arti pendidikan.  Maka dari itu semua peserta didik harus paham kalau fungsi pendidikan ialah untuk mengembangkan kemampuan serta dapat membentuk watak dan peradaban bangsa yang bermartabat. Sekolah salah satu faktor penting dalam pengembangan kemampuan peserta didik selain dirumah, karena sekolah merupakan contoh sederhana dari sebuah lingkungan sosial sebelum peserta didik terjun langsung ke masyarakat. Memberikan kebebasan  kepada setiap peserta didik untuk memilih pendidikan yang sesuai dengan bakat dan minat peserta didik dibarengi dengn bimbingan dari guru dan juga orang tua . Maka dari itu pentingnya sekolah dalam proses perkembangan kemampuan peserta didik seperti dalam kegiatan belajar peserta didik menggunakan metode pembelajaran interaktif yang menarik perhatian peserta didik agar tidak jenuh selama prose belajar, selain itu guru harus memberi metode mengajar yang membuat peserta didik betah dalam jam pelajarannya. Bisa juga untuk setiap di beri nilai tambahan atau tambahan poin agar jiwa kompetitif peserta didik terbangun.

            Jadi itulah kebijakan kebijakan yang akan saya terapkan jika saya menjadi menteri pendidikan. Untuk memajukan sistem pendidikan di indonesia perlu adanya bantuan dari semua kalangan seperti orang tua, guru, dan lingkungan sekitar karena itu semua merupakan faktor penentu dari pekembangan fisik dan psikis peserta didik. Maka perlunya kerja sama dari semua pihak agar dapat membangun sistem pendidikan di indonesia menuju yang lebih baik lagi sehingga kita dapat mengejar ketertinggalan kita.

Categories: Esai 2019

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *